Cerita Indonesia

March 1, 2008

Situbondo

Filed under: KERUSUHAN — Iman Brotoseno @ 4:04 pm
Tags: ,

Sebuah kisah tragis. Baliho kerukunan agama di depan sebuah gereja, yang mana gereja itu sendiri habis terbakar oleh massa.

Foto : Indonesia in Soeharto years

kerukunan agama

16 Comments »

  1. tragis memang.. sebuah harga yg mahal untuk sebuah proses demokrasi

    Comment by Totok Sugianto — March 1, 2008 @ 5:04 pm | Reply

  2. Sangat di sayangkan sekali karena kita baru awal perjalanan REFORMASI mencari sebuah arti perdamaian dan kerukunan,hormat-menghormati antar berbagai suku,adat istiadat dan agama

    Comment by RESTU — March 2, 2008 @ 5:05 am | Reply

  3. Sangat di sayangkan sekali karena kita baru awal perjalanan REFORMASI mencari sebuah arti perdamaian dan kerukunan,hormat-menghormati antar berbagai suku,adat istiadat dan agama

    Comment by RESTU — March 2, 2008 @ 5:07 am | Reply

  4. satu kata yang pantas terucap, “memilukan!”…😦

    Comment by gempur — March 2, 2008 @ 10:27 am | Reply

  5. ikut prihatin…

    Comment by cempluk — March 2, 2008 @ 2:29 pm | Reply

  6. menyedihkan…
    seperti disini..yg selalu saja tdk pernah bs akur dgn yahudi

    Comment by icHaaWe — March 2, 2008 @ 3:42 pm | Reply

  7. Kita sendiri juga kayaknya harus refleksi apa kita secara pribadi udah bener2 rukun dan damai dengan tetangga, temen, orang2 yang beda agama/suku. Ato apa meskipun kita ga ikut bakar2an, tapi kita suka prejudis juga dengan orang lain. Saya sendiri sih kadang2 masih suka keikut suasana… ikutan ketawain racial jokes, ato curigaan, ikutan nge-cap dan nge-label orang lain, dll. Kayanya penting juga untuk di-improve dari sisi pribadi, menurut saya..

    Comment by Vidia — March 2, 2008 @ 6:30 pm | Reply

  8. ahaha..ironis banget ya. gw malu lo liatnya. keliatan banget klo kita bangsa indonesia itu dalemnya udah bener-bener busuk.

    Comment by nne — March 3, 2008 @ 8:59 am | Reply

  9. tragis dan menyedihkan. kenapa kekerasan berbau sara masih saja terus tergelar di atas panggung sosial negeri ini? padahal dah jelas2 kalau negeri kita itu multikultur dan multiagama. lagi2 adegan primordialisme sempit menunjukkan tajinya yang tajam dan berdarah2. btw, mas iman ngelola blog ini juga? wew… salut abis!

    Comment by sawali tuhusetya — March 3, 2008 @ 1:47 pm | Reply

  10. saya sedang resah, jangan sampe ini terjadi di kaltim dalam waktu dekat. hanya karena rebutan kursi. resah jadi ga bisa nulis😦

    *ma kasih udah mampir ke blog saya🙂

    Comment by yati — March 3, 2008 @ 1:58 pm | Reply

  11. maap…maksudnya mampir ke blog saya yang ini :d

    Comment by yati — March 3, 2008 @ 1:59 pm | Reply

  12. bangsa yang aneh…
    tapi cinta saya terlalu besar,..

    seperti halnya cinta kepada wanita yang aneh dan menyakitkan.. gimanapun juga tetep saja cinta..😀

    Comment by leksa — March 3, 2008 @ 8:32 pm | Reply

  13. sungguh tragis. Minta ijin ikut link fotonya ya…

    Comment by rahadian — June 12, 2008 @ 3:58 am | Reply

  14. tapi kok fotonya kaya gak asli ya. Retouch?

    Comment by rahadian — June 12, 2008 @ 3:59 am | Reply

  15. […] Situbondo […]

    Pingback by cerita INDONESIA dalam GAMBAR | new!! ::dharma-putra.com:: — February 18, 2009 @ 5:43 am | Reply

  16. […] Situbondo […]

    Pingback by cerita INDONESIA dalam GAMBAR « Jenstea's Blog — February 16, 2010 @ 3:09 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: