Cerita Indonesia

January 26, 2008

Perjalanan dinas menteri 1947

Filed under: BAPAK BANGSA,KEMERDEKAAN — Iman Brotoseno @ 4:18 am
Tags:

Ilustrasi diatas adalah perjalanan dinas para Menteri Menteri Republik ketika meninjau front Jawa Timur. Mereka menunggu kereta di stasiun Mojokerto yang akan membawa kembali ke Jogjakarta. Tak ada uang dinas perjalanan, tak ada ruang tunggu VIP. Dari kiri ke kanan, Mr. Tan Po Goan ( Menteri Negara ), Mr. Amir Syarifuddin ( Menteri Pertahanan ), Agus Yaman ( Badan Penghubung ), Mr.Maria Ulfah ( Menteri Sosial ), Dr.Johannes Leimena ( Menteri Kesehatan ), Mr. Ali Budiardjo ( Sekretaris Negara ), Adnan Kapau Gani ( Menteri Kemakmuran ) dan Sutan Syahrir ( Perdana Menteri )

mentri

19 Comments »

  1. Keren…pemimpin-pemimpin bangsa ini lagi pada ngumpul. Emang mereka waktu itu lagi meninjau apa-an yaks?🙄
    Btw, itu yang untuk MenSos-nya, kaya-nya harus di-tambah-in hurus “s” lho mas biar afdol😛

    Comment by extremusmilitis — January 26, 2008 @ 4:35 am | Reply

  2. dulu masih sepi mas … sekarang apa bisa kek gitu😀

    Comment by mantan kyai — January 26, 2008 @ 5:22 am | Reply

  3. Mr. itu gelar sarjana hukum jaman belanda ( Mesteer in the Rechten )..bukan Mr. gentlemen / laki laki ..
    he he

    Comment by Iman — January 26, 2008 @ 10:12 am | Reply

  4. naik keretapun harus berbaur dengan masyarakat umum, tanpa ajudan, tanpa pengawalan. kalau sekarang jadi menteri privilegenya udah banyak, dari kendaraan dinas sampai biaya perjalanan yg tak terbatas, tapi kinerjanya masih dipertanyakan

    Comment by Totok Sugianto — January 26, 2008 @ 12:46 pm | Reply

  5. Hanya pada zaman Bung Karno, orang tionghoa bisa jadi menteri..
    Orang Minang, Sunda, Aceh bahkan tionghoa, semua orang dari berbagai suku waktu itu berjuang untuk membangun Indonesia tanpa melihat suku/daerah masing²…

    btw kalau Me itu gelar apa?

    Comment by Fadli Reza — January 26, 2008 @ 3:12 pm | Reply

  6. @Fadli Reza:

    Seingat saya, zaman Soeharto juga ada orang tionghoa yang jadi menteri. Namanya: Bob Hasan…😛 Setelah Soeharto mundur, beberapa menteri di bidang ekonomi juga orang tionghoa, seperti Kwik Kian Gie dan Mari Elka Pangestu.

    Comment by Catshade — March 10, 2008 @ 8:34 am | Reply

  7. beberapa waktu kemudian sang menteri pertahanan dieksekusi akibat peristiwa madiun 1948. tragis ….

    Comment by adi — March 13, 2008 @ 7:38 am | Reply

  8. saya melihat sangat jarang sekali mentri2 yg pergi ke luar negri bawa hasil yang memuaskan. yang mereka bawa kebanyakan oleh2 utk keluarga dan tetangga2.

    Comment by BAGAS PRAMBUDI — May 23, 2008 @ 3:46 pm | Reply

  9. artikelnya saya link bung!
    -terimakasih-🙂

    Comment by ŝoliter — June 28, 2008 @ 2:09 pm | Reply

  10. […] Ilustrasi diatas adalah perjalanan dinas para Menteri-Menteri Republik ketika meninjau front Jawa Timur. Mereka menunggu kereta di stasiun Mojokerto yang akan membawa kembali ke Jogjakarta. Tak ada uang dinas perjalanan, tak ada ruang tunggu VIP. […]

    Pingback by Menteri « Sang Aradea — June 28, 2008 @ 2:16 pm | Reply

  11. Zaman dulu fsltas blm lgkap..klo skrg kbnyakan,,

    Comment by amiramdhani — June 30, 2008 @ 12:37 am | Reply

  12. inilah kenapa dulu pemimpin tidak didemo rakyat sendiri.

    Comment by arifrahmanlubis — June 30, 2008 @ 1:19 am | Reply

  13. Foto kunjungan dinas menteri tahun 1947 yang diambil/dijepret di Stasiun Mojokerto, silahkan bendingkan dengan foto Stasiun Mojokerto dalam buku “Modjokerto in de Motregen” (jepretan wartawan Belanda W. Walraven), Kondisi stasiunnya kok sudah berubah?
    Lalu kapan Stasiun Mojokerto direnovasi?
    Apakah mungkin pada zaman pendudukan Jepang? atau apakah mungkin pula pada masa awal kemerdekaan? Bagaimana sempat bung!! Tentunya pengakuan kedaulatan dulu yang diutamakan bung!!!

    Comment by Yuli Hananto — May 7, 2009 @ 3:18 am | Reply

  14. keren …

    jadi pingin jaman dulu lagi…

    coba waktu bisa di putar…

    Comment by kaka doa — October 21, 2010 @ 11:37 am | Reply

  15. seandainya jakarta kaya gini(jaman dulu)

    Comment by syafiq nie .. — October 21, 2010 @ 11:37 am | Reply

  16. ijin cites website ini ya??ke FB

    Comment by denny wijaya kusuma — May 6, 2011 @ 3:04 am | Reply

  17. ijin share boleh gak mas?

    Comment by Iyang — May 26, 2011 @ 9:51 am | Reply

  18. foto di atas mengambarkan betapa sulit nya kehidupan jaman dulu. Mana ada orang yang mau hidup di jaman dulu..

    Comment by republik — April 26, 2013 @ 3:29 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: