Gedung pada foto di atas merupakan tempat pertemuan perundingan Linggajati yang berlangsung pada tanggal 11-13 November 1947. Gedung yang berada di daerah Kuningan Jawa Barat, yang sekarang dikenal sebagai Museum Perundingan Linggajati, merupakan saksi sejarah diplomasi awal Indonesia. Di gedung inilah untuk pertama kalinya Indonesa dan Belanda duduk dalam satu meja perundingan sebagai dua pihak yang sama kedudukannya.
February 9, 2008
February 4, 2008
January 30, 2008
Pangsar Soedirman dan Soeharto




“Lebih baek di bom atom dari pada merdeka kurang dari 100 prosen” , demikianlah tanggapan Panglima Besar Soedirman terhadap Soekarno – Hatta yang lebih memilih jalur perundingan dengan Belanda. Sejarah mencatat bagaimana heroiknya perjuangan gerilya Panglima Besar Soedirman kurang lebih 7 bulan melintasi hutan dan gunung di Jawa Tengah – Jawa Timur.
Setelah Ibu Kota Yogyakarta berhasil direbut kembali, Soeharto diminta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, untuk menjemput Pangsar Soedirman di Karangmojo yang jalannya sudah dihancurkan, Soeharto menuju ke Karangmojo menggunakan kuda. Pangsar Soedirman akhirnya kembali ke Yogyakarta disambut oleh Pasukan Kehormatan di Alun-alun, yang merupakan upacara penghormatan terakhir kepada Panglima Besar Soedirman sebelum beliau meninggal dunia 29 Januari 1950.
Photo-photo diatas berasal dari buku “Soeharto, Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya”. Menghiasi awal-awal halaman buku tersebut.
Pelantikan Gubernur DKI Jakarta
![]()
Pada bulan April 1966, Bung Karno mengangkat May Jend KKO Ali Sadikin sebagai Gubernur baru DKI Jakarta. Waktu itu ia masih berusia 37 tahun. Bang Ali, adalah salah satu gubernur yang paling populer sampai sekarang. Dalam memoarnya, Bang Ali mengatakan salah satu alasan mengapa Bung Karno memilihnya karena Ali Sadikin terkenal sebagai sosok yang keras kepala. Koppeg dalam bahasa Belanda.
January 27, 2008
Wafatnya Sutan Syahrir
9 April 1966. Saat berpulangnya salah seorang bapak bangsa, Sutan Syahrir di Swiss. Walau dalam status tahanan politik, pemerintah yang berkuasa tetap mengijinkan dan menanggung biaya pengobatan di luar negeri selama hampir setahun. Tampak istrinya dan anak anaknya Krya Arsyah ( Buyung ) dan Siti Rabiah Parvati ( Upik ) menunggu jenasah di rumah sakit.
Foto : Buku ” Manusia Dalam Kemelut Sejarah ” LP3ES
January 26, 2008
Tiga Serangkai

………………….Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi/ Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak/Kenang, kenanglah kami/ Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat/Berikan kami arti/Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian/
Kenang, kenanglah kami/yang tinggal tulang-tulang diliputi debu/Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
( Chairil Anwar )
