Soekarno, selain merupakan seorang proklamator kemerdekaan dan Presiden pertama RI, juga dikenal sebagai salah seorang pendiri dan tokoh Gerakan Non Blok (GNB). Bersama-sama dengan Josep Broz Tito (Yugoslavia), Jawaharal Nehru (India) dan Gamal Abdul Naseer (Mesir), beliau berhasil merangkul banyak negara untuk melakukan gerakan yang tidak memihak kepada salah satu blok di era perang dingin. Begitu kuatnya pengaruh GNB pada situasi internasional dewasa itu, maka negara-negara yang terlibat pada perang dingin pun menaruh hormat kepada GNB dan para pendirinya. Bukti bahwa GNB disegani tampak di salah satu bagian museum perang dunia kedua di Caen, Perancis. Di museum yang terletak di kota yang berjarak 12 km dari pantai Normandia, tempat mendaratnya pasukan sekutu saat akan menyerbu Jerman waktu perang dunia kedua, dapat ditemukan cerita tentang Soekarno dan tokoh-tokoh GNB. Cerita Soekarno sendiri digambarkan melalui keberadaan 3 majalah internasional yang memuat cover story Soekarno, buku “Sukarno” karya Cindy Adams, 1 set koleksi perangko dan 1 uang kertas bergambar Soekarno, dan sebuah kartu pos hari pertama tentang Konperensi Asia Afrika yang diterbitkan oleh kantor pos Filipina.
July 13, 2008
May 5, 2008
January 30, 2008
Pelantikan Gubernur DKI Jakarta
![]()
Pada bulan April 1966, Bung Karno mengangkat May Jend KKO Ali Sadikin sebagai Gubernur baru DKI Jakarta. Waktu itu ia masih berusia 37 tahun. Bang Ali, adalah salah satu gubernur yang paling populer sampai sekarang. Dalam memoarnya, Bang Ali mengatakan salah satu alasan mengapa Bung Karno memilihnya karena Ali Sadikin terkenal sebagai sosok yang keras kepala. Koppeg dalam bahasa Belanda.
January 17, 2008
Soekarno 1968

Setelah turun dari puncak kekuasaan, Soekarno sempat menengok seorang Mayor yang sedang sakit di daerah Bogor. Disana ia mengeluh - ketika sedang berada di Sukabumi -rakyat seperti ketakutan melihatnya. Seperti penderita penyakit lepra yang harus dijauhi.
Disana Bung Karno baru tahu bahwa memang rakyat telah diintimidasi untuk tidak mendekati dirinya. Barang siapa yang terlihat mendekati, berbicara atau menyapa akan diinterogasi pihak militer. Hanya orang yang berani mengambil resiko berbicara dengan Bung Karno. Termasuk Sang mayor.

