Sangat di sayangkan sekali karena kita baru awal perjalanan REFORMASI mencari sebuah arti perdamaian dan kerukunan,hormat-menghormati antar berbagai suku,adat istiadat dan agama
Sangat di sayangkan sekali karena kita baru awal perjalanan REFORMASI mencari sebuah arti perdamaian dan kerukunan,hormat-menghormati antar berbagai suku,adat istiadat dan agama
Kita sendiri juga kayaknya harus refleksi apa kita secara pribadi udah bener2 rukun dan damai dengan tetangga, temen, orang2 yang beda agama/suku. Ato apa meskipun kita ga ikut bakar2an, tapi kita suka prejudis juga dengan orang lain. Saya sendiri sih kadang2 masih suka keikut suasana… ikutan ketawain racial jokes, ato curigaan, ikutan nge-cap dan nge-label orang lain, dll. Kayanya penting juga untuk di-improve dari sisi pribadi, menurut saya..
tragis dan menyedihkan. kenapa kekerasan berbau sara masih saja terus tergelar di atas panggung sosial negeri ini? padahal dah jelas2 kalau negeri kita itu multikultur dan multiagama. lagi2 adegan primordialisme sempit menunjukkan tajinya yang tajam dan berdarah2. btw, mas iman ngelola blog ini juga? wew… salut abis!
Melihat Indonesia dalam gambar dokumentasi. Tentang sebuah bangsa yang terus bergerak, bergolak dan bercerita. Getar perjuangan, sejarah, darah, doa, air mata dan kebanggaan.
Menyapa negeri. Sebuah bungkus harapan, untuk menjadi Indonesia yang lebih baik.
Sekiranya saya bisa mendapatkan pemilik sah foto foto ini, tentu dengan selayaknya akan disebutkan sumber kepemilikan. Selalu ada kesulitan karena dokumentasi ini ditemukan, dicomot dan dipungut dari sana sini. Jika anda bisa memberi tahu, dengan senang hati kami akan mencantumkan
tragis memang.. sebuah harga yg mahal untuk sebuah proses demokrasi
Comment by Totok Sugianto — March 1, 2008 @ 5:04 pm
Sangat di sayangkan sekali karena kita baru awal perjalanan REFORMASI mencari sebuah arti perdamaian dan kerukunan,hormat-menghormati antar berbagai suku,adat istiadat dan agama
Comment by RESTU — March 2, 2008 @ 5:05 am
Sangat di sayangkan sekali karena kita baru awal perjalanan REFORMASI mencari sebuah arti perdamaian dan kerukunan,hormat-menghormati antar berbagai suku,adat istiadat dan agama
Comment by RESTU — March 2, 2008 @ 5:07 am
satu kata yang pantas terucap, “memilukan!”…
Comment by gempur — March 2, 2008 @ 10:27 am
ikut prihatin…
Comment by cempluk — March 2, 2008 @ 2:29 pm
menyedihkan…
seperti disini..yg selalu saja tdk pernah bs akur dgn yahudi
Comment by icHaaWe — March 2, 2008 @ 3:42 pm
Kita sendiri juga kayaknya harus refleksi apa kita secara pribadi udah bener2 rukun dan damai dengan tetangga, temen, orang2 yang beda agama/suku. Ato apa meskipun kita ga ikut bakar2an, tapi kita suka prejudis juga dengan orang lain. Saya sendiri sih kadang2 masih suka keikut suasana… ikutan ketawain racial jokes, ato curigaan, ikutan nge-cap dan nge-label orang lain, dll. Kayanya penting juga untuk di-improve dari sisi pribadi, menurut saya..
Comment by Vidia — March 2, 2008 @ 6:30 pm
ahaha..ironis banget ya. gw malu lo liatnya. keliatan banget klo kita bangsa indonesia itu dalemnya udah bener-bener busuk.
Comment by nne — March 3, 2008 @ 8:59 am
tragis dan menyedihkan. kenapa kekerasan berbau sara masih saja terus tergelar di atas panggung sosial negeri ini? padahal dah jelas2 kalau negeri kita itu multikultur dan multiagama. lagi2 adegan primordialisme sempit menunjukkan tajinya yang tajam dan berdarah2. btw, mas iman ngelola blog ini juga? wew… salut abis!
Comment by sawali tuhusetya — March 3, 2008 @ 1:47 pm
saya sedang resah, jangan sampe ini terjadi di kaltim dalam waktu dekat. hanya karena rebutan kursi. resah jadi ga bisa nulis
*ma kasih udah mampir ke blog saya
Comment by yati — March 3, 2008 @ 1:58 pm
maap…maksudnya mampir ke blog saya yang ini :d
Comment by yati — March 3, 2008 @ 1:59 pm
bangsa yang aneh…
tapi cinta saya terlalu besar,..
seperti halnya cinta kepada wanita yang aneh dan menyakitkan.. gimanapun juga tetep saja cinta..
Comment by leksa — March 3, 2008 @ 8:32 pm
sungguh tragis. Minta ijin ikut link fotonya ya…
Comment by rahadian — June 12, 2008 @ 3:58 am
tapi kok fotonya kaya gak asli ya. Retouch?
Comment by rahadian — June 12, 2008 @ 3:59 am
[...] Situbondo [...]
Pingback by cerita INDONESIA dalam GAMBAR | new!! ::dharma-putra.com:: — February 18, 2009 @ 5:43 am